BANJARNEGARA — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswa SMK Panca Bhakti Banjarnegara. An. Athoru Safaroza Arthuro, siswa kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 3, berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa di bidang keamanan siber (cyber security), baik pada ajang kompetisi resmi maupun melalui kontribusi nyata dalam penemuan kerentanan sistem (bug bounty).

BANJARNEGARA — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswa SMK Panca Bhakti Banjarnegara. An. Athoru Safaroza Arthuro, siswa kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 3, berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa di bidang keamanan siber (cyber security), baik pada ajang kompetisi resmi maupun melalui kontribusi nyata dalam penemuan kerentanan sistem (bug bounty).

Selain prestasi di tingkat kabupaten, Athoru juga aktif sebagai peneliti keamanan siber etis (ethical hacker) yang berpartisipasi dalam program responsible disclosure. Lewat analisis sistematis dan etis, ia telah membantu berbagai institusi nasional maupun internasional dalam mengamankan infrastruktur digital mereka.
Berikut adalah deretan sertifikat penghargaan dan pengakuan yang telah diraih oleh Athoru Safaroza Arthuro:
- BSrE – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN): Menerima sertifikat apresiasi atas penemuan miskonfigurasi pada Google Drive yang terhubung ke situs web BMKG, yang berpotensi menyebabkan kebocoran dokumen internal ke publik.
- University of California, San Diego (via Bugcrowd – AS): Menemukan kerentanan Broken Link Hijacking pada platform bug bounty internasional Bugcrowd.
- Department of Homeland Security (DHS – AS): Melaporkan kerentanan Broken Link Hijacking pada sistem Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat.
- Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta: Menemukan kerentanan Broken Access Control serta potensi kebocoran Personally Identifiable Information (PII) melalui program Computer Security Incident Response Team (CSIRT).
- Dinkominfo Kab. Purbalingga: Menemukan kerentanan Cross-Site Scripting (XSS) pada Bidang Infrastruktur TIK, Statistik, dan Persandian melalui program CSIRT.

Pengalaman ini memperkuat pemahaman bahwa pengujian keamanan yang sederhana, apabila dilakukan secara sistematis, bertanggung jawab, dan etis, dapat memberikan dampak serta manfaat nyata bagi perlindungan sistem informasi publik.

Kepala SMK Panca Bhakti Banjarnegara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi Athoru. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa, khususnya di jurusan TKJ, untuk terus mengasah keahlian digital secara positif dan berkontribusi menjaga keamanan ruang siber nasional.
